Bally dan Hatta

Bally dan Hatta

Nama kecilnya Attar, tetapi negara ini lebih mengenalnya sebagai Hatta,
proklamator, akademisi, cerdas dan lugas. Saya pernah membaca, di cuplikan autobiografinya, di sebuah majalah, sampai akhir hayatnya, DR. Hatta, tidak kesampaian untuk memeliki sepasang sepatu Bally yang dia inginkan.

Semata-mata, karena uangnya selalu terpakai untuk urusan lain. Jauh dari egois orang ini, pikir saya. Atau, dengan berkeinginan saja mungkin buat dia sudah cukup.

Saya membayangkan, DR. Hatta berbincang dengan sepatu Bally itu,
dan dia berkata “Saya rasa bukan saya tidak pantas memilikimu hai sepatu, tapi tampaknya, mungkin kalau saya memilikimu saya rasanya tidak pun sanggup untuk memakaimu di kaki saya”.

Lalu si sepatu Bally akan berkata, “Saya setuju, toh, selama ini DR. Hatta, sudah mengenakan saya sepanjang waktu, selama bung memikirkan sahaya, artinya bung sudah menggenakan saya, walau mungkin bukan di kaki bung, tapi di pikiran bung”, “jadi sahaya setuju lah bung, tak perlu sahaya dibeli oleh bung dan dikenakan di kaki bung, saya hormat pada bung, begitu menghargai saya”.

Dan saya terbayang reaksi DR.Hatta, ia tersenyum seperti foto-foto dia buku-buku sejarah, tersenyum lebar, bahagia dan tulus.

This entry was published on 08/02/2010 at 5:29 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: