Lampu Merah

Supir angkot itu berhenti, ia keluar dr mobilnya, melangkah ke trotoar pembatas jalan, berdiri lalu meregangkan tubuhnya, sembari berteriak melepas penat. ia berjalan mengelilingi mobil kijang yg dijadikan angkutan umum, sembari melihat ban mobil.
Selasai, lalu ia kembali ke pintu supir, sambil melirik lampu merah, ia masuk kembali ke ruang kemudinya, perlahan tidak terburu-buru. Selang beberapa waktu, lampu merah menjadi hijau.
Akhirnya, ucapku dalam hati. Pedal gas kuinjak, mobilku melaju. Angkot itu masih terus berjalan, ketika aku membelokkan mobil ke komplek diseberang pemakaman kalibata, menembus jalan kecil menuju kos-ku.
Selamat jalan teman, jalan raya dan debu malam tampaknya sudah menjadi sahabat setiamu, GodSpeed!

-malam di perempatan kalibata-pancoran, 7 maret 2011
________
widarto adi
http://www.darto.photoshelter.com

This entry was published on 08/03/2011 at 2:16 am and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: